1. Phoenix
Burung yang hidup dalam keyakinan bangsa Romawi, Yunani, ia digambarkan
dengan segala keindahan, keanggunan dan kekuatannya. Berdasarkan mitos,
burung Phoenix ini hidup selama 500 tahun. Burung Api ini digambarkan
memiliki bulu sangat indah berwarna merah dan keemasan. Phoenix
dikatakan dapat hidup selama 500 atau 1461 tahun. Setelah hidup selama
itu, Phoenix membakar dirinya sendiri. Setelah itu, dari abunya,
munculah burung Phoenix muda. Siklus hidup burung Phoenix seperti itu
(regenerasi), bangkit kembali setelah mati, lalu muncul sebagai sosok
yang baru. Phoenix merupakan simbol dari keabadian, lambang dari siklus
kehidupan setelah mati, dan simbol dari kebangkitan tubuh setelah mati.
Phoenix
2. Bennu
Merupakan burung yang berfungsi sebagai korespondensi Mesir ke Phoenix,
dan dikatakan jiwa dari Dewa Matahari Ra. Beberapa julukan dari Bennu
adalah, ‘Dia yang datang menjadi seorang diri’, ‘Naik Satu’, dan ‘Tuhan
dari Yobel’. Bennu adalah nama umum yang diberikan kepada burung dalam
bahasa Inggris, vokal asli dari nama dieja sebagai Mesir BNN oleh
ahli-ahli Taurat. Bennu burung phoenix adalah mitologi Mesir. Burung ini
juga dikaitkan dengan terbitnya Nil, kebangkitan, dan matahari.
3. Huma
Burung legendaris dari fabel sufi yang dikatakan tidak pernah
beristirahat, menghabiskan seluruh hidupnya terbang mengelilingi bumi,
dan tidak pernah mendarat. Ada juga legenda yang mengatakan dia tidak
memiliki kaki. Kata huma berasal dari dua kata yang berbeda, ‘hu’
melambangkan jiwa dan ‘ma’ melambangkan air. Dalam mitologi Turki, Huma
memiliki persamaan dengan burung kumay atau umay, dimana umay adalah
dewi kesuburan dan keperawanan. Dalam tradisi sufi, menangkap huma
merupakan suatu hal yang tidak mungkin dilakukan. Orang yang mampu
menangkap huma tidak akan bertahan hidup lebih dari empat puluh hari.
4. Garuda
Burung ini juga merupakan simbol Negara Republik Indonesia. Tubuhnya
berwarna emas, wajahnya putih cerah, sayapnya merah, memiliki paruh
layaknya elang, dengan mahkota dikepalanya. Di dalam agama hindu Garuda
menempati posisi yang sangat penting, Dewa Krishna mengendarainya untuk
membunuh sosok Narakasura. Dalam cerita lainnya Raja Hari menunggangi
Garuda untuk menyelamatkan Gayendra.
5. Fenghuang
Pada awalnya Fenghuang digambarkan sebagai dua ekor burung dimana yang
jantan disebut Feng dan yang betina disebut Huang. Mulai muncul pada
awal dinasti Shang (sekitar 4.000 tahun yang lalu). Pada masa dinasti
Han (2.200 tahun yang lalu) dua burung ini sering digambarkan saling
berhadapan satu dengan yang lain. Namun pada masa dinasti Yuan, kedua
sosok ini digabungkan dan secara umum disebut sebagai Phoenix atau Raja
Para Burung. Namun semenjak masa Raja Jiajing (1522 – 1566), burung ini
kembali dijadikan dua sosok yang berbeda. Yang jantan dapat dikenali
dari 5 /3 bulu ekor (lima / tiga ~ ganjil ~ yang) sementara yang betina
memiliki 2 bulu ekor (satu ~ genap ~ yin).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar